Tampilkan postingan dengan label penyebab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyebab. Tampilkan semua postingan

Mengenal Penyebab Rasa Kesepian

. Rabu, 20 November 2013
0 komentar

Apakah Anda sering merasakan perasaan kesepian? Kata orang- orang bijak, penderitaan yang paling menakutkan adalah kesepian. Problem ini memberikan dampak negatif bagi tubuh dan pikiran. Kesepian bahkan bisa membuat orang gemuk.

Tetapi jangan kuwatir, saya merasa anda tidak sendirian. Sebuah artikel di The Atlantic mencatat bahwa beberapa penelitian menunjukkan kesepian telah meningkat secara dramatis dalam waktu singkat ini. Di Amerika, dapat dipastikan salah satu dari lima orang menderita
kesepian. Kondisi ini dapat menular ketika kita terlibat secara emosional dengan mereka.

Kurangnya sosialisasi dengan lingkungan juga memperburuk kesehatan mental seseorang. Satu penelitian menemukan bahwa orang yang tidak berkomunikasi dengan orang lain cenderung mati sembilan tahun lebih cepat dibandingkan dengan orang yang interaksi sosialnya baik. Berikut ini adalah lima penyebab umum munculnya rasa kesepian.

Usia.

Modernitas yang menggeser kebudayaan tradisional membuat lansia merasakan tertekan dalam kesendirian. Dalam masyarakat tradisional, orang tua memiliki peran penting dan prestise yang membuat mereka selalu dikelilingi oleh keluarga dan masyarakat. Namun, di era modern, peran orang tua semakin terpinggirkan karena kesibukan profesi anak-anaknya.

Oleh karena itu, orang tua berisiko merasa terasing dari keluarga dan lingkungan mereka.

Kehilangan.

Kematian, perceraian, dan pernikahan yang tertunda atau kegagalan perkawinan sering menjadi faktor munculnya rasa kesepian bagi sebagian orang.

Meskipun banyak yang kemudian melarikan diri pada kencan atau situs pertemanan namun masih tidak mampu menjawab kesepian mereka.

Hal ini dibenarkan oleh psikolog Jane E. Brody. “Melarikan diri tidak akan mengurangi perasaan kesepian yang sebenarnya, ini akan menciptakan rasa kesepian menjadi lebih kuat tertanam.”


Media sosial online.

Atlantic juga menulis, semakin kita terhubung dengan kehidupan sosial secara digital, kita akan semakin tenggelam dalam kehidupan sosial nyata. Penelitian yang ada dalam artikel tersebut menyatakan, ketika seseorang aktif di media sosial, mereka semakin mundur dari lingkungan nyata dan dari persahabatan.

Namun, ini lebih baik dari mereka yang tidak
menggunakannya atau pasif.


Kendaraan/Perjalanan

Menurut Robert Putnam, para ilmuwan dari Harvard University dan penulis buku Bowling Alone, semakin lama waktu tempuh diambil, perasaan kuat isolasi sosial muncul. Contohnya, jika kita menghabiskan waktu dalam perjalanan itu sendiri, hubungan sosial secara otomatis akan berkurang sebesar 10 persen.

Faktor genetik.

Ternyata, kesepian juga disebabkan oleh faktor genetik. Salah satu survei tentang kesepian pada anak kembar menunjukkan bahwa kembar cenderung merasa kurang kesepian daripada mereka yang tidak memiliki saudara kembar.

Sebuah penelitian di University of Chicago juga menyatakan, kesepian akan berdampak pada perkembangan otak menjadi tidak stabil, dan
risiko tinggi munculnya penyakit.

Selain bersosialisasi dengan orang lain, cobalah untuk membuka diri dengan lingkungan sekitarnya, ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi kesepian.

Read More..

Penyebab Melambatnya Pertumbuhan Rambut

. Senin, 18 November 2013
0 komentar

Setiap orang diberkahi oleh gen yang berbeda satu sama lain. Umumnya, yang memiliki hubungan pertalian darah memiliki gen yang serupa.
Gen memberikan pengaruh pada berbagai hal di tubuh manusia, mulai warna kulit, warna mata, bentuk mata, bentuk hidung, hingga jenis dan warna rambut. Keunikan gen inilah yang dipelajari ilmuwan dari masa ke masa. Lantas, apa hubungannya gen dengan bahasan kita kali ini?
Apakah Anda sering merasa bahwa rambut Anda tumbuhnya lama?
Nah, untuk hal yang satu ini sebenarnya penyebabnya banyak. Tetapi, salah satu penyebab utama adalah gen Anda. Gen mempengaruhi tekstur dan warna rambut seseorang, dan ia juga mempengaruhi pertumbuhannya pula. Umumnya orang-orang berdarah Kaukasia dan Asia paling cepat pertumbuhannya dibandingkan orang berdarah Afrika. Tetapi, bagaimana apabila rambut Anda masih tidak cepat panjang?
Kalau begitu, ada pengaruh lain yang menyebabkan hal tersebut terjadi, seperti berikut ini:
Faktor usia
Semakin bertambahnya usia, semakin pelan pula pertumbuhan rambut Anda. Dibandingkan dengan saat remaja, pertumbuhan rambut memang jauh lebih lambat. Apalagi warnanya juga pudar, dan mulai muncul satu atau dua rambut yang berwarna putih keabuan.
Produksi minyak di kulit kepala juga akan semakin berkurang saat mendekati usia 45 tahun. Bahkan, rambut akan lebih mudah rontok dan tak lekas tumbuh rambut baru.

Faktor stres
Stres karena pekerjaan atau masalah yang sedang dihadapi, dapat mempengaruhi pertumbuhan rambut. Bahkan, seringkali stres juga menyebabkan rambut rontok lebih banyak.
Obatnya tentu saja harus membuat diri lebih rileks dan nyaman. Selain memberikan perawatan dari luar dan lewat makanan, Anda juga harus bisa mengendalikan tingkat stres Anda.

Tidak cocok produk rambut
Mungkin memang Anda tidak cocok dengan produk perawatan rambut yang Anda pakai. Sudahkah Anda mencari produk rambut yang memang sesuai dengan jenis dan kebutuhan rambut Anda?
Cari pula produk perawatan yang menawarkan nutrisi kesuburan rambut ya.

Pemakaian produk penata rambut
Seringkali mengaplikasikan panas pada rambut dengan menggunakan produk penata rambut juga membuat rambut lambat pertumbuhannya. Apalagi jika Anda membiarkan rambut Anda tanpa tambahan nutrisi dari vitamin dan serum. Rambut akan kering serta kekurangan nutrisi untuk tumbuh.
Aplikasikan masker, serum dan vitamin yang dapat merawat rambut dari luar. Menjaga kelembaban, kilau, serta agar pertumbuhannya sempurna.

Diet yang salah
Apabila asupan nutrisi yang dimakan tidak cukup, maka akan muncul banyak hal yang mengindikasikannya. Salah satunya adalah saat pertumbuhan rambut Anda lambat, hal ini menunjukkan Anda kekurangan kalsium, vitamin E, ferritin, zinc, serta vitamin B12.
Untuk itu, sekalipun Anda menjalankan program diet, pastikan Anda memilih asupan makanan yang memang dibutuhkan oleh tubuh. Cukupi kebutuhan nutrisi tersebut, dan pilih makanan berkualitas sehingga antara diet dan perawatan tubuh Anda tetap memberikan hasil memuaskan
Read More..