Tampilkan postingan dengan label maut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label maut. Tampilkan semua postingan

Kisah Sepasang Kekasih Maut Kemalangan Ngeri Kerana Cabar Tuhan

. Sabtu, 08 Februari 2014
0 komentar
Kisah Sepasang Kekasih Maut Kemalangan Ngeri Kerana Cabar Tuhan | Subhanallah.....andainya benar kisah kemalangan maut sepasang kekasih yang mengerikan baru-baru ini, maka ingatlah mungkin ini sebenarnya satu pengajaran kepada kita yang masih lagi bernafas dimuka bumiNYA ini supaya tidak mudah leka dan lalai dengan hal duniawi.
Kisah Sepasang Kekasih Maut Kemalangan Ngeri Kerana Cabar Tuhan

Info dari SANI MOHD NOOH: *Ini suatu kisah benar~ (kejadian di tmpt saya- johor. Tmpt & nama2 terlibat x perlulah ditulis di sini..)

Penangan mencabar Allah !

Sepasang couple, dinasihat oleh kluarga & kwn2 agar jgn suka buat maksiat.. Semua nasihat hanya dibalas dgn kata2 perli oleh mrk berdua..

Nak jd cerita smlm.. Terluncur kata2 dari mrk brdua, “Kalau Tuhan berani , meh kita jumpa.. Tgk sapa lg kuat ! ” Sambil ketawa. Kedua2nya gelak..

Kira2 jam 11.30 mlm (tanggal 16 sept 2013), mrk brdua berkenderaankn motosikal memecut laju di highway tepi kg kami. Tiba2 brdentum bunyi accident. Kedua2 pasangn itu terpelusok didpti terpelosok ke bwh lori 16 tayar.

Menurut saksi, mrk cuba memotong tp ada kereta brgerak perlahan d dpn, lalu terbabas ke lori semula, x dpt dielak lg.. Apa yg trjd kpd mrk? Kedua2nya digelek hancur oleh lori yg sarat dgn muatannya itu..

Menurut saksi , tidak ada satu bhgn dari bdn kedua2 yg tidak hancur. Yg dpt dicam hanya 4 batang tulang (kaki) yg dagingnya telah tiada lgsung, bagai dikikis habis..

Bomba yg mengutip mayat2 itu hanya dpt mengutip sisa2 itu dgn penyodok shj. Oleh krn mayat2, mati berasingn, maka dpt la diasingkn jgk antara keduanya..

Di hospital, kedua2 mayat dimandikan dlm tapis, bagai membasuh daging cincang ( daging tetel ?), tiada jln lain. Mayat itu kmdian dikafan bagai mengulung ‘kueh popia’ & dikerandakn. Kpd keluarga msg2 dipesan spya jgn dibuka lg keranda itu..

Maka siang td (17 sept 2013), telah ditanam hamba2 Allah yg sombong itu.. Hamba2 yg begitu berani mencabar Allah ! Apakah nasib mrk mlm ini wahai kawan2 ku !?

*Wahai saudara2 ku, wahai hamba2 Allah, ambillah pengajaran dari kejadian ini..(!) Na’uzubbillah! Inilah balasanNYA ..cash di dunia..

ps: Mohon share kpd kawan2 sebagai peringatan.. terima kasih. sumber


language="javascript" src="http://com/servlet/ajrotator/847945/0/vj?z=admaxasia2&dim=280733&pid=910f402a-9ffb-4ed1-8a31-80a1a50c9df3&asid=729fee93-bc62-4ef0-aa34-e6a62a90d508">
Read More..

2 Remaja Tibet Maut Bakar Diri

. Senin, 03 Februari 2014
0 komentar

Bakar Diri

Beijing – Dua remaja Tibet meninggal dunia selepas membakar diri kerana membantah pemerintahan China dalam kejadian yang jarang berlaku di wilayah terpencil itu.
Mereka dikenali sebagai Sonam Dargye, 18, dan seorang lagi yang berusia 17 tahun diberi nama Rinchen oleh Radio Free Asia (RFA) berpejabat di Amerika Syarikat.
Mereka meninggal dunia Selasa lalu di Aba, wilayah Sichuan, di Tibet, barat daya China, kata RFA.
Ketua kempen kumpulan Free Tibet beribu pejabat di London, Stephanie Brigden, yang juga melaporkan kematian itu, berkata:
“Kanak-kanak Tibet ditindas ketika berdepan cabaran hidup dan selalunya menjadi golongan paling ramai menentang penindas.”
Kes bakar diri itu menyusul laporan kematian Namlha Tsering, 49, di tengah jalan raya sibuk di Xiahe, wilayah Gansu, Ahad lalu, menurut RFA.
Di laman web RFA menunjukkan gambar lelaki dikatakan Namlha Tsering terbakar, duduk di jalan raya ketika kereta lalu lalang.
Pergerakan Free Tibet berkata, lelaki berkenaan yang juga dikenali sebagai Hoba, meninggalkan seorang isteri dan empat anak lelaki.
Pembantah bakar diri
Lebih 100 orang membakar diri bagi membantah pemerintahan China sejak 2009, sekurang-kurangnya 85 maut, menurut laporan.
Pertubuhan International Campaign for Tibet berpejabat di Washington berkata, sekurang-kurangnya 22 daripada mereka yang membakar diri berusia 18 tahun ke bawah, termasuk dua kes terbaru.
Ramai penduduk Tibet menuduh kerajaan China melakukan penindasan disebabkan motif agama dan menghakis budaya mereka ketika majoriti etnik Han semakin ramai pindah ke kawasan Tibet.
Beijing menolak kritikan mengenai pemerintahannya dengan berkata, penduduk Tibet menikmati kebebasan beragama dan menuding ke arah kemasukan pelaburan besar, yang membawa kemodenan dan taraf hidup lebih baik di Tibet. – AFP
Read More..

Kisah Nyata Menjaga Cinta Hingga ke Pintu Maut

. Kamis, 28 November 2013
0 komentar

Alkisah-Dimana kekuatan cinta seorang Nurma ? Mengapa cinta Nurma bertahan? Saya mau bercerita tentang cinta Nurma, wanita yang aku kenal baik, sejak masih dalam kandungan. (JS)
  http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/12/13244552621799754780_300x328.26747720365.jpg
Nurma boleh dibilang primadona di kalangan  muda-mudi di kotanya,  Aek Kanopan. Kota yang jaraknya 7 jam dari Kota Medan. Banyak cowok kesengsem dengan kecantikannya. Selain kulitnya mulus dan berambut panjang, Nurma dikenal  ramah serta periang. Mungkin berkait dengan profesinya sebagai perawat di sebuah Rumah Sakit Perkebunan.
Rebutan Cinta
Jangan heran banyak pria mendekati si cantik Nurma. Ada tentara, Ada asisten perkebunan, Polisi dll.  Semua rebutan perhatian dan cinta Nurma.   Orangtua Nurma juga terkenal baik di Kota itu. Ayahnya Simorangkir seorang Mantri dan Mamanya Br. Napit perawat di Rumah sakit. Nurma  punya banyak adik, bersaudara sepuluh orang. Lima pria dan lima wanita. Satu sisi kondisi ini  Membuat ekonomi keluarga Nurma cukup berat.

Setelah didekati banyak pria akhirnya Nurma yang masih berusia 18 tahun ini menjatuhkan pilihan pada Theo, pemuda yang juga belia berusia 19 tahun, seorang  polisi.

Sebelum pacaran dengan Theo,  Nurma sempat dekat dengan seorang cowok bernama Galung. Seorang Tentara yang juga masih muda dan gagah. Namun belum lama persahabatan mereka, Nurma berkenalan dengan Theo.

Saat itu seperti biasa Nurma lagi bekerja di rumah sakit. Seorang polisi muda ternyata lagi di rawat disana.  Sebagai perawat dia berdinas di bangsal tempat Theo di rawat. Saat pertama kali melihat Nurma, jiwa Theo langsung kontak. Theo jatuh cinta.

Sesekali untuk mencuri perhatian Nurma, si Theo  pura pura menyanyi saat Nurma cek tensi darah. Meski badannya terasa sakit, Theo memaksakan dirinya tampak gembira. Memang suara Theo terbilang bagus dan empuk. Semua teman se kamar suka mendengarkan dia bernyanyi. Nurma rupanya diam-diam mengagumi Theo.
Perjuangan Cinta Theo
Setelah keluar dari rumah sakit, Theo sesekali memberanikan diri mengunjungi Nurma.  Meski tahu ada tentara yang suka dengan Nurma, Theo cuek. Dia tidak peduli. Hatinya kadung lengket dengan Nurma. Dia mencari jalan untuk bisa merebut cinta Nurma dari si Galung

Theo selalu membawa gitarnya. Rupanya hobi mereka yang sama yakni menyanyi membuat mereka langsung merasa cocok. Nurman melihat Theo serius mendekatinya.  Lalu memutuskan berpacaran dengan Theo.

Tentu membuat banyak pemuda lain iri, terutama Bang Galung tentara yang sempat dekat dengan Nurma. Selain suka dengan suara Theo, Nurma kagum karena Theo bersedia membantu sekolah kelima adiknya jika kelak mereka  menikah.
Musibah  Di Tengah Nikah
Setelah setahun pacaran, mereka menikah di sebuah Gereja Methodist Mabang Muda. Terbilang mereka nikah muda. Theo masih 20 tahun, Nurma 19.  Theo lahir 17-2-1930 dan Nurma kelahiran 21-9-1931.  Tepatnya menerima pemberkatan  12-12-1950.

Selesai Pemberkatan Nikah di Gereja Methodist, malamnya Theo  di aniaya pemuda yang lama naksir  dengan Nurma, Galung namanya. Tentara muda ini sangat suka dan berjuang ingin merebut  Nurma.

Galung marah mendengar Nurma menikah dengan Theo. Dia mencari dan segera menghajar Theo. Akibatnya  Badan Theo penuh luka, kupingnya robek akibat sabetan Pisau Sangkur. Bahkan Theo sempat sampai terjatuh ke parit. Theo terpaksa  opname di R.S Perkebunan akibat peristiwa itu.

Sejak saat itu Theo punya kebiasaan unik  dengan keluarganya. Theo merayakan setiap 12 Des sebagai Hari Ulang Tahun Kuping, selain merayakan HUT nya sendiri setiap 17 Februari.
Kebahagiaan Nurma
Karir Theo di kepolisian tergolong bagus. Meski pendidikannya tidak tinggi, tapi dia sangat rajin. Suka menulis, dan teliti. Selain itu Theo supel suka bergaul. Itu sebabnya atasannya selalu menyukai Theo dan memakai dia dalam banyak kegiatan di kepolisian. Theo juga suka ikuti kursus di kepolisian. Salah satu yang dia ikuti adalah kursus bidang keuangan dan mendapat predikat siswa terbaik.

Tidak heran karirnya melejit, sampai suatu hari saat pangkatnya Kapten Theo  ditunjuk menjadi Kepala Keuangan Polisi di sebuah kota yang lebih besar dari Aek Kanopan.

Nurma bangga, menjadi istri Theo. Apalagi saat Theo menjadi kepala keuangan. Banyak keluarga polisi di kota itu terkagum-kagum dengan Nurma. Relatif keluarga Nurma menjadi sosok teladan keluarga polisi saat itu. Nurman juga dikagumi karena menjadi contoh bagi ibu  bhayangkari, seorang yang ulet dalam berdagang, dan dikenal  suka membantu keluarga yang miskin.
Ujian Cinta
Namun sayang, saat dipuncak karir Theo lupa daratan. Dia bergaul dengan banyak teman yang suka minum dan berjudi. Beberapa pengusaha yang dekat dengan Theo menjerumuskannya ke meja judi. Theo juga akrab dengan Alkohol.

Akibatnya Nurma sedih dan frsutrasi. Apalagi mereka dikaruniai tujuh putra yang semakin besar dan perlu perhatian. Satu demi satu anak Nurma dan Theo diserahkan diasuh kepada kerabat lain. Khususnya anak ketiga dan kelima.

Meski Theo makin kasar karena mabuk cinta Nurma tidak berubah. Dia setia mendampingi Theo, sampai suatu hari kasus hukum menjerat Theo. Dia menggunakan uang negara di meja Judi.

Setelah proses hukum, Theo diwajibkan mengganti uang negara atau masuk penjara.  Untung Nurma sudah bertahun-tahun punya usaha  berjualan kelontong, suka menabung dengan membeli tanah dan emas. Demi cintanya pada Theo maka Nurma rela  menjual emas sekaleng roti khong guan untuk  menebus Theo dari penjara.
Pengorbanan Cinta
Setelah peristiwa itu Theo memang berubah, dia dipindahkan di sebuah kota kecil di Tapanuli Selatan. Theo meninggalkan judi dan alkohol  mungkin karena  penyakit mulai menggerogoti tubuhnya. Nurma juga dengan sabar merawat dengan kasih sayang.

Nurma tidak menyerah. Dia sadar dalam kondisi inilah Theo sangat membutuhkannya. Untung dia berlatar belakang perawat, relatif sabar, rajin dan telaten. Nurma juga mengingat janji

Demi kesembuhan Theo dan pendidikan ke tujuh putranya, Nurma  berjualan nasi Soto dan apa saja termasuk baju dan sepatu. Nurma  lakukan itu supaya bisa menambah biaya pengobatan Theo. Hal yang menguatkan Nurma ialah, Theo banyak berubah. Pertobatan Theo di tengah sakitnya, membuat Theo sangat menghargai Nurma. Lebih khusuk beribadah, dan peduli dengan anak-anak.

Perjuangan itu terus Nurma lakukan sampai suatu hari Theo didiagnosa kena Kanker Paru-paru. Nurma terpukul, sebab keluarga besar kebutuhan banyak.. Tidak mungkin bisa membeli obat. Nurma  terus berusaha berjualan apa saja, sampai barang di rumah tidak ada lagi yang bisa dijual.

Siang malam Nurma menjaga Theo di Rumah Sakit. Sebentar dia jualan, dan segera kembali ke rumah sakit. Demikianlah sampai Nurma tidak sempat merawat tubuhnya sendiri. Banyak pikiran dan sering telat makan membuat Nurma terserang maag kronis.
Kesetiaan Cinta
Nurma terkena maag yang akut pada saat kondisi Theo juga krisis di Rumah sakit. Theo sudah lebih sebulan Dalam keadaan  koma di Rumah Sakit brimob. Mungkin inilah yang menambah ketidak berdayaan Nurma menahan derita. Suatu hari sepulang dari Rumah sakit Nurma terjatuh di kamar mandi di rumahnya.  beberapa jam kemudian Nurma menghembuskan nafas terakhir. Minggu. 17 Januari 1988, Nurma berpulang pada  Sang Pencipta.

Seminggu kemudian, Kekasih pujaannya Theo menyusul.   Tepatnya Minggu 24 Januari 1988, Theo  meninggal dunia setelah dirawat 20 bulan di Rumah Sakit. Theo  dan Nurma benar-benar sehidup semati. Nurma memelihara cinta dan janjinya pada Theo, meski banyak derita dan sengsara. Dia selalu ingat janjinya.
Inilah janji Nurma Saat  menikahi Theo:

“Saya Nurma menikah dengan Theo, berjanji akan setia kepadanya baik dalam suka atau duka, cukup atau kurang, sakit atau sehat, sampai Maut  memisahkan kita”

Theo berjuang mendapatkan cinta Nurma, bahkan hampir nyawanya terenggut penganiayaan. Nurma menerima dan merawat cintanya dengan Theo, menjaganya sampai ke pintu maut. Itulah kekuatan cinta dan janji nikah bagi yang memegangnya.

Bang JS

Lippo Karawaci, 21 Des 2011
 
sumber: http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2011/12/21/menjaga-cinta-hingga-ke-pintu-maut/
Read More..